6. Anda Wardhana - Ping.
Sosok pria yang satu ini taka sing lagi di dunia musik. Karirnya bermusik sudah banyak dilewatinya. Namun, sebelumnya pria bernama Anda Wardana ini lebih banyak berkarir sebagai vokalis band. Sejak tahun 2004 beliau pernah bergabung di band Bragi setahun kemudian ia membentuk band REA lalu terkhir Anda dikenal sebagai vokalis band Bonus.
Pada tahun 2009, Anda mencoba bersolo karir mengisi soundtrack film. Dari projeck tersebut Anda memantapkan diri untuk bersolo karir. Kemudian ia pun menciptakan sebuah album dengan salah satu single yang berjudul Ping. Dimana proyek album tersebut ia tawarkan kepada pihak Nagaswara dan akhirnya di terima oleh Ceo Nagaswara, Rahayu Kertawiguna.
“Sekarang aku total di solo karir, dan hanya di Nagaswara aku dibebaskan untuk berkarya tanpa dibatasi ruang gerak aku dalam berseni, “ ungkap Anda saat memutuskan untuk bersolo karir.
Konsep bermusik yang ditawarkan Anda saat ini adalah solo namun bergaya band dengan genre alternatif pop. “Konsep bermusik aku sekarang ini sebenarnya gado-gado, dalam satu album banyak genre musik yang aku gabungkan dalam lagu-lagu yang aku ciptakan. Aku sebenarnya ingin kembali ke jaman almarhun Crishye atau Iwan fals dalam karya-karya aku di solo karir ini, “ lanjut Anda menceritakan konsep bermusiknya.
Single berjudul Ping yang pertama ditawarkan Anda merupakan single yang menceritakan kebiasaan seseorang menggunakan telepon genggam. Kata ping yang biasa dipakai untuk menyapa dalam telepon genggam dijadikan inspirasi oleh Anda untuk dijadikan judul lagu
7. Be Star - Just Friend
Satu lagi band pendatang baru di Blantika Musik Indonesia. Band asal Semarang ini diberi nama Be Star. Be Star terbentuk pada tahun 2005. Arti dari Be Star sendiri Be dimaknai sebagai Bersatu sedangkan Star dimaknai sebagai Bintang, jadi kalau digabungkan menjadi Bersatu Menjadi Bintang. Be Star digawangi oleh Denny Moreno pada vocal, Angga PH pada lead guitar, Arka Hinggil pada rhythm guitar dan Satria pada drum. Hits Single Be Star dari album perdananya adalah “Dia Kembali”. Aliran Musik ya...
9. Kamaya - Bisa Sendiri
Kamaya adalah jebolan artis Indonesia Idol 2005, penyanyi yang pernah duet dengan Firman dalam single "Nanti Dulu" ini mengeluarkan lagu terbaru berjudul Bisa Sendiri, lagu ini menceritakan seseorang yang tengah putus cinta namun tetap tegar menghadapinya dan tidak mau larut dalam kesedihan.
9. Brenda - Cinta Diujung Tanduk
Sejak berkenalan dengan Posan (eks Kotak) hasrat menuju dunia rekaman seakan terbuka lebar. Bahkan demi memudahkan jalan Brenda menuju obsesi yang terpendam, Posan memberikan sebuah lagu indah yang tadinya lagu itu sebenarnya hendak dipersembahkan buat Kotak Band yang keburu bubar. Tentu saja kenyataan itu membuat bidadari asal Manado bernama Brenda Rachel Giovanka Bolang itu terkesima. Apalagi single tersebut cukup ‘nyeplak’ dengan warna vokal Brenda.
“Kak Posan suka sekali lagu ini aku nyanyikan dengan karakter vokal yang aku miliki,” ujar
Brenda di sela-sela syuting video klip single’Cinta di ujung Tanduk’ di kawasan Ciganjur Jakarta Selatan (Selasa, 19 Juli 2011).Sungguh di luar dugaan. Cewek yang baru lulus sekolah Menengah Atas Global Mandiri dan Home Shooling Kak Seto itu memang sedari kecil sudah gemar dengan nyanyian. Dimanapun dan kapanpun tidak jauh-jauh dari lantunan suaranya yang mengalun.
Menurut Brenda, pertama kali mendengar suara Brenda Posan langsung suka.Kalau ini sukses, nantinya akan ada kerjasama lanjutan setelah single perdana ini. Single Cinta di ujung Tanduk ini bergenre Pop Ballad, yang berirama nge-bead.
“Lagu ini beraliran Rock Ballad, itu aku banget. Selera dia sama aku agak-agak mirip, tadinya buat Kotak. Tapi akhirnya lebih cocok buat aku, jadi lagu ini ke aku,” terang Brenda yang didampingi oleh Esty Linda Pinkan, mamanya.
Brenda sendiri sekarang ini baru berusia 17 tahun. Masih sangat muda.Walaupun masih ‘Under 20,’ namun semangatnya sudah cukup dewasa. Artinya,ia sudah berwawasan maju ke depan dan memandang masa depan.Apalagi semuanya mendukung karirnya di dunia musik. Karena itulah anakpertama dari dua bersaudara ini tidak mau mengecewakan keluarga.
“Keluargaaku suka musik, papa drum, tante aku penyanyi. Tapi aku mempunyai warna tersendiri di keluarga. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Nama papa Samuel Ricard Bolang dan Esty Linda Pinkan,” paparnya.
Tinggi banget suka lompat-lompat memanjat mangga. dari keluarga mama nya Tentu saja karir Brenda memang memiliki titik cerah. Didukung oleh posturnya yang memang berasal dari gen keluarga di atas rata-rata. Bahkan, salah satu kakak dari mamanya memiliki tinggi badan mencapai 195 cm. Brenda sendiri 170an lebih dengan postur tinggi semampai. Pantaslah kalau dia menjadi publik figur yang menawan hati.
Hanya saja kadang seorang penyanyi pendatang baru hanya bertahan pada single perdana saja. Sedangkan yang kedua dan selanjutnya seringkali didera oleh sindrom kejenuhan dan semangat yang mendadak hilang.
“Tapi ngga tahu nanti lihat aja ya, semoga aku bisa menjaga eksistensi di blantika musik tanah air,” ujarnya.
Apa sich yang membuat kamu terus bersemangat menekuni bidang ini?
“Ya aku tidak mau mengecewakan semua pihak, di segala bidang aku ingin belajar. Tapi kalau akting aku kurang berminat. Mungkin selamanya nanti aku ingin di dunia Pop, Rock Ballad, dan Pop Rock, kalau menyanyi dangdut, sory i dont like dangdut. Kalau akting aku ngga bisa, tapi kalau talenta main gitar aku bisa,” paparnya panjang.
Sekarang ini, Brenda ingin berkiblat ke dunia musik Barat sama Ballad, atau paling tidak pop ballad yang berjiwa rock. Ia pun menggemari penyanyi Sakhakan. sedangkan yang lain tidak. “I dont really like lady gaga to much,”pungkasnya.
Yang penting ia berharap single Cinta di ujung Tanduk ini bisa sukses dan dapat diterima masyarakat dengan baik. Semoga mudah didengar dan mudah di tangkap, di terima di kalangan bawah sampai atas.
“Untuk mewujudkannya aku selalu menjalin hubungan yang baik dengan semua rekan-rekan aku, sahabat, dan aku akan terus melatih vokal aku. Karena you need so practice to be perfect n always prasctice to be perfect,” tandasnya. www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadew
10. Elyzia - Cinta Yang Tak Mungkin
lyzia, lahir 15 tahun yang lalu di Jakarta dan besar di Lombok, Elyzia menyadari akan bakat menyanyinya mulai kelas 4 SD. Pada tahun 2008, ia menjuarai kompetisi bernyanyi yang diadakan oleh RRI Lombok, dan pada tahun yang sama ia berhasil menjadi juara 1 untuk provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun itu pula ia kembali ke Jakarta dan mulai serius menekuni dunia tarik suara. Hal itu dibuktikannya pada tahun 2009 ia berhasil menjaid juara 1 pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jakarta Pusat dan juara 2 pada tingkat DKI Jakarta. Elyzia mengakui bahwa dirinya banyak terinpirasi oleh penyanyi-penyayi seperti Rossa, Ruth Sahanaya, dan Mariah Carey. Di usianya yang sangat muda ini, lagu-lagu yang dibawakan Elyzia lebih banyak bercerita mengenai kehidupannya di saat ini dimana ia masih ingin mengungkapkan banyak keceriaan dan kebahagiannya.
NEW TOP TEN
Kamis, 15 September 2011
18 September 2011 Part 1.
VOICELESS & SOULASTIC
1.
VOICELESS & SOULASTIC ( VNS ) terbentuk pada tanggl 12 Januari 2008. Bermakna " Tak banyak bertutur kata dan luapkan jiwa ". Kami tak ingin banyak bicara, namun kami ingin berbicara lewat karya-karya yang kami buat. VNS terdiri dari Widya Ayu Permatasari (Vocal), Raka Hartawan (Gitar), Tegar Maulana (Bass), Edgar Rompas (Drum), Jeremia Jordan (Keyboard). Kami mengusung Pop sebagai nafas utama kami.. Namun tak dapat kami pungkiri Jazz adalah musik yang kami padukan dengan musik kami. Semoga kehadiran VNS dapat mewarnai musik Indonesia dan dapat di terima di kalangan manapun :)
2. KK Band - Masa Lalu
Tidak perlu bingung dengan nama band yang beranggotakan dua personil ini. Nama KK band memang diambil dari nama panggilan dua personil band ini, Cobra (vokal) dan Iram (gitar). Cobra dan Iram memiliki sapaan akrab di depan nama masing-masing, yakni Kaka Cobra dan Kaka Iram. Lewat band ini, keduanya saling bersinergi dan memastikan langkah mereka di industri musik Tanah Air. Sedikit berbeda dari sejumlah band lain, proses terbentuknya KK band terhitung unik. Pasalnya, jika Kaka Iram sebelumnya dikenal sebagai gitaris band U’Camp, maka Kaka Cobra justru lama menjalani pekerjaan sebagai preman.
“Kita memang lahir dari dua latar belakang yang bertolak belakang. Kesamaan kita adalah kesukaan pada musik. Apalagi, musik saat ini menjadi pilihan jiwa Kaka Cobra. Dan kita beruntung, Posan (mantan drummer band KOTAK) mensuport kita,” ujar Kaka Iram.
Untuk membuktikan musikalitasnya, KK band sepakat merilis single “Masa Lalu” sebagai nomor jagoan mereka. Single ini adalah karya Qian, salah satu Kerabat KOTAK (panggilan untuk penggemar setia band KOTAK). Sebelumnya, Kaka Cobra dan Kaka Iram sudah mempersiapkan single lain untuk langkah perdana mereka di dunia musik. Namun, atas saran Posan, KK band kemudian memilih single “Masa Lalu”. Sedikit banyak, single ini memang memiliki kesamaan dengan single yang coba dibawa KK band sebelumnya.
“Single ini menceritakan masa lalu kelam yang hendak ditinggalkan seseorang. Ini sama dengan perjalanan hidup saya,” terang KK Cobra.
Memang, terbentuk hingga dipilihnya single ini sangat berkaitan dengan sosok KK Cobra. Lelaki bertubuh kecil ini selama hampir 20 tahun dikenal sebagai preman. Sejak tahun 1999, Kaka Cobra menjadi tangan kanan Hercules, dan membawahi 5 wilayah di Jakarta. Malang melintang di dunia hitam, pada akhirnya disadari Kaka Cobra bukan pilihan jiwanya yang hakiki. Tahun 2010 yang lalu, Kaka Cobra memutuskan untuk meninggalkan dunia premanisme dan ingin serius mengembangkan bakatnya bernyanyi. Di saat itulah Kaka Cobra bertemu dan menjalin persahabatan dengan Kaka Iram.
“Sejak kecil saya sudah tergila-gila menyanyi. Percaya atau tidak, saat menjadi preman pun, saya bekerja dengan menenteng gitar ke mana-mana,” jelasnya.
Beruntung, pertemanan Kaka Cobra dengan Kaka Iram lantas membawa keduanya bertemu dan menjalin hubungan yang tak kalah akrabnya dengan Posan. Posan bahkan dijadikan saudara ketiga mereka dengan panggilan Kaka Posan. Melihat bakat luar biasa yang melekat dalam diri Kaka Cobra, Posan dan Kaka Iram pun sepakat untuk mewujudkan impian Kaka Cobra menjadi penyanyi.
“Suara dan perjalanan hidup Kaka Cobra membuat saya terkesan. Saya yakin, dia dapat menjalani perubahan hidup dan sukses di dunia musik,” kata Posan.
Perjalanan hidup seseorang memang serba tak terduga. Demikian halnya dengan halnya dengan Kaka Cobra. Kaka Iram pun yang semula sudah berniat mundur dari dunia musik, ternyata tersentuh melihat semangat Kaka Cobra, dan bertekad membantu impian masa kecil sahabatnya itu. Mereka berharap musik mereka bisa diterima oleh penikmat musik Tanah Air. “Hormat kita yang mendalam buat Pak Rahayu dan NAGASWARA yang sudah mempercayai kita untuk bernyanyi,” ungkap Kaka Cobra tulus
3. Ardani - Tulus Tak Terbatas
Ardani adalah pendatang baru bagi industri musik di tanah air. Dia adalah seorang penyanyi solo pria dengan konsep yang terasa nuansa band-nya.
Saat ini Ardani merelease single pertama-nya yang berjudul “Hanya Dia” yang diciptakan oleh Fajar PJ “ELEMENT” dan Roby “PHANTOM”. Pada lagu “HANYA DIA” di dukung oleh beberapa musisi yang sudah eksis sebelumnya di industri musik Indonesia, musiknya di produced oleh Fajar PJ “ELEMENT” sekaligus mengisi keyboardnya, kemudian musisi lain yang mendukungnya adalah Ivan “MARY JANE” (gitar), Ibank “ELEMENT” (bass), dan Rico “JIMMU” (drums).
Sebelumnya Ardani adalah pemenang dari kompetisi “Inspiring Singer Pilihan Saya” yang diselenggarakan oleh Panadol Cold and Flu. Dia terpilih sebagai pemenang dari ribuan kontestan lainnya. Pengalaman bermusiknya cukup banyak, dari “mengamen” sampai menyanyi di kafe-kafe di Jakarta. Salah satu alasan dia menang pada kontes diatas adalah cerita perjuangannya untuk menjadi penyanyi yang cukup inspiratif, bahwa tidak ada” kompromi” untuk mencapai mimpinya menjadi seorang PENYANYI.
Dengan single ini, Ardani mengharapkan dapat diterima oleh para pendengar musik Indonesia.
4. Dragon Boyz - Love You No More
Satu lagi boyband baru, namanya Dragon Boyz. Saat ini boyband tersebut mulai sering nongol di layar kaca dengan single Love You No More ciptaan Sunu ‘Matta Band’.
Dragon Boyz dibentuk February 2011. Boyband asal Bandung ini digawangi 5 personel yaitu: Lukas, Harrimand, Alam, Riza dan Bagus.
Dragon Boyz mengawali debutnya bersama TM Management pada 2 April 2011 di DTC Sawangan (Depok). Dragon Boyz juga sempat mengisi acara jumpa fans Group Musik TREEJI
5. D'Alfa - Ku Ingin Pulang
Kembali musisi daerah mencoba keberuntungannya di Jakarta salah satunya band D' Alfa. Band Asal Makasar yang terbentuk pada awal November 2005 ini melebarkan sayapnya di Jakarta melalui label Nagaswara.
Dengan perjuangan keras dan gonta ganti personel, group ini tetap menunjukan eksistensinya dengan terus menciptakan karya- karya tebaiknya salah satunya yang menjadi hits single D'Alfa yaitu "Pergi".
Sebenarnya D’Alfa sudah mempersiapkan 10 lagu andalanya tapi demi pertimbangan bisnis akhirnya hanya satu yang diluncurkan sebagai strategi pasar jika lagu ini bisa diterima pasar musik tanah air baru aka nada rencana untuk merilis satu album penuh.
Masih dengan tema cinta yang sealu menjadi sumber inspirasi yang tak akan pernah habis untukdimaknai tanpa mengesampingkan kehidupan sosial budaya, religi, serta lingkungan. Yang menarik dari band ini yaitu sang vokalis Akbar yang sekiranya menjadi caleg namun lebih memilih menjadi musisi.
"Kami berharap band kami, menjadi nomer satu yang pertama di kancah musik di tanah air bahkan di mancanegara sekalipun," ujar Akbar sang vokalis saat di temui di kantor Nagaswara Jum'at 4/12/09 lalu.
Memanglah tidak berlebihan jika band ini mempunyai cita-cita menjadi band nomer satu karena sesuai dengan nama D'Alfa sendiri yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya 'satu' atau pertama.
1.
VOICELESS & SOULASTIC ( VNS ) terbentuk pada tanggl 12 Januari 2008. Bermakna " Tak banyak bertutur kata dan luapkan jiwa ". Kami tak ingin banyak bicara, namun kami ingin berbicara lewat karya-karya yang kami buat. VNS terdiri dari Widya Ayu Permatasari (Vocal), Raka Hartawan (Gitar), Tegar Maulana (Bass), Edgar Rompas (Drum), Jeremia Jordan (Keyboard). Kami mengusung Pop sebagai nafas utama kami.. Namun tak dapat kami pungkiri Jazz adalah musik yang kami padukan dengan musik kami. Semoga kehadiran VNS dapat mewarnai musik Indonesia dan dapat di terima di kalangan manapun :)
2. KK Band - Masa Lalu
Tidak perlu bingung dengan nama band yang beranggotakan dua personil ini. Nama KK band memang diambil dari nama panggilan dua personil band ini, Cobra (vokal) dan Iram (gitar). Cobra dan Iram memiliki sapaan akrab di depan nama masing-masing, yakni Kaka Cobra dan Kaka Iram. Lewat band ini, keduanya saling bersinergi dan memastikan langkah mereka di industri musik Tanah Air. Sedikit berbeda dari sejumlah band lain, proses terbentuknya KK band terhitung unik. Pasalnya, jika Kaka Iram sebelumnya dikenal sebagai gitaris band U’Camp, maka Kaka Cobra justru lama menjalani pekerjaan sebagai preman.
“Kita memang lahir dari dua latar belakang yang bertolak belakang. Kesamaan kita adalah kesukaan pada musik. Apalagi, musik saat ini menjadi pilihan jiwa Kaka Cobra. Dan kita beruntung, Posan (mantan drummer band KOTAK) mensuport kita,” ujar Kaka Iram.
Untuk membuktikan musikalitasnya, KK band sepakat merilis single “Masa Lalu” sebagai nomor jagoan mereka. Single ini adalah karya Qian, salah satu Kerabat KOTAK (panggilan untuk penggemar setia band KOTAK). Sebelumnya, Kaka Cobra dan Kaka Iram sudah mempersiapkan single lain untuk langkah perdana mereka di dunia musik. Namun, atas saran Posan, KK band kemudian memilih single “Masa Lalu”. Sedikit banyak, single ini memang memiliki kesamaan dengan single yang coba dibawa KK band sebelumnya.
“Single ini menceritakan masa lalu kelam yang hendak ditinggalkan seseorang. Ini sama dengan perjalanan hidup saya,” terang KK Cobra.
Memang, terbentuk hingga dipilihnya single ini sangat berkaitan dengan sosok KK Cobra. Lelaki bertubuh kecil ini selama hampir 20 tahun dikenal sebagai preman. Sejak tahun 1999, Kaka Cobra menjadi tangan kanan Hercules, dan membawahi 5 wilayah di Jakarta. Malang melintang di dunia hitam, pada akhirnya disadari Kaka Cobra bukan pilihan jiwanya yang hakiki. Tahun 2010 yang lalu, Kaka Cobra memutuskan untuk meninggalkan dunia premanisme dan ingin serius mengembangkan bakatnya bernyanyi. Di saat itulah Kaka Cobra bertemu dan menjalin persahabatan dengan Kaka Iram.
“Sejak kecil saya sudah tergila-gila menyanyi. Percaya atau tidak, saat menjadi preman pun, saya bekerja dengan menenteng gitar ke mana-mana,” jelasnya.
Beruntung, pertemanan Kaka Cobra dengan Kaka Iram lantas membawa keduanya bertemu dan menjalin hubungan yang tak kalah akrabnya dengan Posan. Posan bahkan dijadikan saudara ketiga mereka dengan panggilan Kaka Posan. Melihat bakat luar biasa yang melekat dalam diri Kaka Cobra, Posan dan Kaka Iram pun sepakat untuk mewujudkan impian Kaka Cobra menjadi penyanyi.
“Suara dan perjalanan hidup Kaka Cobra membuat saya terkesan. Saya yakin, dia dapat menjalani perubahan hidup dan sukses di dunia musik,” kata Posan.
Perjalanan hidup seseorang memang serba tak terduga. Demikian halnya dengan halnya dengan Kaka Cobra. Kaka Iram pun yang semula sudah berniat mundur dari dunia musik, ternyata tersentuh melihat semangat Kaka Cobra, dan bertekad membantu impian masa kecil sahabatnya itu. Mereka berharap musik mereka bisa diterima oleh penikmat musik Tanah Air. “Hormat kita yang mendalam buat Pak Rahayu dan NAGASWARA yang sudah mempercayai kita untuk bernyanyi,” ungkap Kaka Cobra tulus
3. Ardani - Tulus Tak Terbatas
Ardani adalah pendatang baru bagi industri musik di tanah air. Dia adalah seorang penyanyi solo pria dengan konsep yang terasa nuansa band-nya.
Saat ini Ardani merelease single pertama-nya yang berjudul “Hanya Dia” yang diciptakan oleh Fajar PJ “ELEMENT” dan Roby “PHANTOM”. Pada lagu “HANYA DIA” di dukung oleh beberapa musisi yang sudah eksis sebelumnya di industri musik Indonesia, musiknya di produced oleh Fajar PJ “ELEMENT” sekaligus mengisi keyboardnya, kemudian musisi lain yang mendukungnya adalah Ivan “MARY JANE” (gitar), Ibank “ELEMENT” (bass), dan Rico “JIMMU” (drums).
Sebelumnya Ardani adalah pemenang dari kompetisi “Inspiring Singer Pilihan Saya” yang diselenggarakan oleh Panadol Cold and Flu. Dia terpilih sebagai pemenang dari ribuan kontestan lainnya. Pengalaman bermusiknya cukup banyak, dari “mengamen” sampai menyanyi di kafe-kafe di Jakarta. Salah satu alasan dia menang pada kontes diatas adalah cerita perjuangannya untuk menjadi penyanyi yang cukup inspiratif, bahwa tidak ada” kompromi” untuk mencapai mimpinya menjadi seorang PENYANYI.
Dengan single ini, Ardani mengharapkan dapat diterima oleh para pendengar musik Indonesia.
4. Dragon Boyz - Love You No More
Satu lagi boyband baru, namanya Dragon Boyz. Saat ini boyband tersebut mulai sering nongol di layar kaca dengan single Love You No More ciptaan Sunu ‘Matta Band’.
Dragon Boyz dibentuk February 2011. Boyband asal Bandung ini digawangi 5 personel yaitu: Lukas, Harrimand, Alam, Riza dan Bagus.
Dragon Boyz mengawali debutnya bersama TM Management pada 2 April 2011 di DTC Sawangan (Depok). Dragon Boyz juga sempat mengisi acara jumpa fans Group Musik TREEJI
5. D'Alfa - Ku Ingin Pulang
Kembali musisi daerah mencoba keberuntungannya di Jakarta salah satunya band D' Alfa. Band Asal Makasar yang terbentuk pada awal November 2005 ini melebarkan sayapnya di Jakarta melalui label Nagaswara.
Dengan perjuangan keras dan gonta ganti personel, group ini tetap menunjukan eksistensinya dengan terus menciptakan karya- karya tebaiknya salah satunya yang menjadi hits single D'Alfa yaitu "Pergi".
Sebenarnya D’Alfa sudah mempersiapkan 10 lagu andalanya tapi demi pertimbangan bisnis akhirnya hanya satu yang diluncurkan sebagai strategi pasar jika lagu ini bisa diterima pasar musik tanah air baru aka nada rencana untuk merilis satu album penuh.
Masih dengan tema cinta yang sealu menjadi sumber inspirasi yang tak akan pernah habis untukdimaknai tanpa mengesampingkan kehidupan sosial budaya, religi, serta lingkungan. Yang menarik dari band ini yaitu sang vokalis Akbar yang sekiranya menjadi caleg namun lebih memilih menjadi musisi.
"Kami berharap band kami, menjadi nomer satu yang pertama di kancah musik di tanah air bahkan di mancanegara sekalipun," ujar Akbar sang vokalis saat di temui di kantor Nagaswara Jum'at 4/12/09 lalu.
Memanglah tidak berlebihan jika band ini mempunyai cita-cita menjadi band nomer satu karena sesuai dengan nama D'Alfa sendiri yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya 'satu' atau pertama.
Kamis, 08 September 2011
Minggu pertama part two
Lanjutan posting sebelumnya, share tentang profil-profil band yang masuk diacara new top ten nya RP FM GOMBONG.
6. Lup - Terikat Cinta
Tahun 2011 ini menjadi momen yang teramat penting bagi LUP band. Selain memutuskan untuk bergabung dengan label NAGSWARA, di tahun ini juga LUP bersiap untuk merilis album terbaru mereka yang berjudul “Yang Terbaik”. Pengerjaan album ini melibatkan sejumlah nama besar di industri musik seperti Noey “Java Jive” dan Erros “Sheil on 7”. Sebagai single jagoan, band asal Makassar, Sulawesi Selatan ini memperkenalkan single “Karena Cinta” karya Idhiel FR, basis band itu. Pergesaran musik mereka yang semula bergenre Modern Rock, jelas terlihat di single ini yang kental dengan warana Pop Progresive.
“Kita senang akhirnya bisa menyelesaikan album perdana ini. Mudah-mudahan langkah awal dengan memperkenalkan single ‘Karena Cinta’ dapat diterima dengan baik oleh pecinta musik Tanah Air,” ucap Rengga, vokalis LUP.
Masih menyentuh tema paling dominan dari sebuah lagu yakni persoalan cinta, single “Karena Cinta” berkisah tentang keteguhan hati seorang lelaki yang tidak berharap untuk bersatu kembali dengan kekasihnya. Cintanya yang tulus kepada sang gadis telah mati karena ia pernah diabaikan. Lewat karakter vokal Rengga yang khas, single ini mengalir dalam tempo cepat, dan sangat mungkin dengan cepat dapat menarik perhatian pendengar.
Terbentuk dari ajang pencarian bakat “Dreamband” tahun 2006, LUP bukan lagi band baru dengan musik apa adanya. Nama LUP sendiri yang berarti “kaca pembesar”, dimana mata para personil band ini dapat terbuka dalam melihat berbagai hal, seperti rasa cinta yang bisa jadi inspirasi buat berkarya, perjalanan yang akan ditempuh dan cita-cita yang siap untuk diwujudkan. Di kota asal mereka, Makassar, nama band ini dikenal baik.
Tahun 2009, dengan dukungan formasi dan manajemen baru, LUP memutuskan hijrah ke Jakarta. Single band ini yang berjudul “Jatuh Cinta” pernah menjadi soundtrack film “London Virginia” di tahun 2010. Saat ini, LUP diawaki oleh Rengga (vokal), Dudy (gitar), Idhiel (bass), dan keyboard diisi oleh auditional player. Sementara, manajemen LUP dipegang oleh Matahati Manejemen pimpinan eMPi.
“Kita berterimakasih kepada semua pihak yang sudah mensuport LUP. Kita selalu berharap dan bekerja keras untuk menghasilkan karya-karya terbaik,” harap Rengga. www.nagaswaramusic.com /TIM PR NMC
7. Mario - Penggantimu
Cinta adalah hal pasti. Cinta sama artinya dengan saling berbagi rasa antara 2 hati. Sulit jadinya jika cinta hanya sepihak, apalagi tanpa kepastian. Karena terlalu lama menanti kepastian cinta dari sang kekasih, Mario memilih menghentikan niatnya untuk terus mencinta. Itulah inti kisah dari single “Hentikan Niatku” yang dilantunkan solois Mario. Lewat single ini, Mario menghadirkan sebuah konsep bermusik yang tidak banyak disentuh penyanyi solo Indonesia lainnya. Setidaknya, di single “Hentikan Niatku”, penikmat musik masih diberi ruang yang luas untuk menikmati suara merdu seorang penyanyi.
“Saya memang sengaja hanya menghadirkan solo piano dalam lagu ini agar dapat mengeksplorasi vokal,” ujar Mario memberi alasan.
Meski baru memastikan bakat nyanyi solonya lewat single “Hentikan Niatku”, Mario bukan nama baru di industri musik Tanah Air. Sebelum memutuskan terjun menyanyi, Mario lebih dulu dikenal sebagai seorang komposer muda berbakat. Dua di antara karyanya adalah “Terimakasih Cinta” dan “Cinta Dua Hati”, yang populer oleh panyanyi Afghan Syahreza. Di sepanjang tahun 2005 hingga 2008, Mario juga sempat terjun sebagai backing vocal band Elemant.
Single ini sendiri merupakan buah karya Ade, gitaris band Govinda (dulu bernama Domino) yang dihadiahkan kepada Mario. Secara pribadi, Ade memang menciptakan lagu ini dan menantang Mario untuk membawakanya. Merasa sudah cukup lama berada di belakang layar, penyanyi yang bernama lengkap Mario Ricardo Tobing itu pun menerima tantangan tersebut.
“Saya banyak mendapat dukungan dari sahabat-sahabat saya untuk menyanyi. Salah satunya dari Ade yang khusus menciptakan lagu ini buat saya. Semoga kehadiran saya tidak mengecewakan mereka,” ungkap Mario.
Sebagai pencipta sejumlah hits seperti “Tentang Rasa” (Astrid), “Setengah Mati Kumerindu” (Judika), dan “Siapa yang Pantas” (Domino), Ade “Govinda” mengungkapkan kekagumannya kepada Mario. Menurutnya, Mario memiliki kelengkapan bakat sebagai musisi.
“Mario memiliki karakter vokal yang kuat. Dinyanyikan Mario, lagu ini menjadi sangat menyentuh dan easy listening,” kata Ade.
Sementara, penggarapan video klip Mario dipercayakan kepada sutradara Upie Guava. Konsep video klipnya diarahkan kepada sisi sentimental antara benda mati dan makhluk hidup yang diperankan oleh boneka dan anjing. Lewat video klip ini, Mario hendak menawarkan sebuah kesegaran baru, termasuk kehadirannya di blantika musik Tanah Air.
8. Nea - Ingin Dicintai
Band pendatang baru di tanah air seperti jamur di musim hujan. Di antara masing-masing band tersebut ada yang berjalan lambat, namun ada juga yang melesat dengan cepat seperti ateroid. Inilah alasan kenapa personel band anak muda asal Karawang, Jawa Barat ini memberikan nama NEA. Nama tersebut merupakan singkatan dari Nearth yang berarti dekat, Earth artinya bumi dan Asteroid adalah meteor.
"Kami mengagumi kecepatan dan kedahsyatan asteroid. Maka kami mengadopsi nama tersebut dan berharap NEA Band akan melesat seperti asteroid," kata Louise Budiono, manajer NEA.
Sebelum bernama NEA, tahun 2009 namanya Baginda. Kenapa berganti NEA, lantaran ada perubahan, penambahan personil, penambahan materi lagu-lagu baru dan juga adanya kemiripan nama band lain.
Secara resmi NEA dibentuk pada 2010 di Pantai Samudra Baru, Karawang. Saat itu NEA diundang untuk mengisi acara di salah satu radio swasta. "Alhamdulillah respon masyarakat cukup bagus," imbuhnya.
Personil NEA ada 6 anak muda yakni, Bintang (vokal), Champenk (lead gitar), Hinggar (gitar), Gunawan (bass), Yuki (drum) dan Budi (keyboard). Mereka memiliki tempat atau basecamp di Karawang. Dalam waktu dekat mereka akan merilis single hits perdananya berjudul Ingin Dicintai. Lagu tersebut dibalut sentuhan pop Melayu yang rapi dengan variasi gitar yang dominan dan lirik yang sangat mudah dihafal, ringan serta sangat komunikatif. Tentu dengan sentuhan yang tak biasa itu NEA memiliki nilai lebih di dengan band-band yang lainnya. "Musiknya bisa bersaing, melodi lagunya simpel, lirik cinta yang nggak ribet," terangnya.
Kenapa masih menyuguhkan musik bergenre pop Melayu, padahal saat ini banyak bermunculan musik pop rock alternatif, dan boyband, NEA beranggapan musik Pop Melayu sampai kapan pun tidak akan mati. "Pop Melayu akan panjang, tak akan hilang. Jujur saja ini (pop Melayu) gantiin musik dangdut yang naik kelas. Sekarang ini konsumen dangdut carinya musik Pop Melayu," katanya
9. Neva - Kutunggu Dirimu
Satu lagi band yang berani memasuki blantika musik Indonesia yaitu Neva Band. Band bernama Neva ini digawangi oleh Yayang Ariswan (vokalis), Jojo (bass), Rey (gitar), Bahdi (keyboard), Yodi (drum) dan Ican (gitar). Neva sendiri terbentuk pada 14 Mei 2010. Sebelum terbentuk Neva, band ini memiliki nama Kisah Band.
Seperti baru-baru ini, Yayang Ariswan dan personel Neva lainnya telah melaksanakan syuting video klip single perdana yang berjudul ‘Kutunggu Dirimu’. Sekilas terdengar cukup simple. Namun, makna sesungguhnya ternyatamengandung chemistry. Selain bermakna cinta, single ini memang benar-benar ujian bagi mereka, karena menanti pelaksaan syuting video klip yang cukup lama.
Sayangnya Kisah band kini tinggal sejarah. Padahal, dulunya Kisah band memiliki vokalis yang cukup cantik. Tapi karena satu hal, mereka pun bubar. Kemudian Kisah Band yang memiliki vokal seorang cewek berubah menjadi Neva. Yayang sendiri yang dulunya sebagai gitaris, kini didapuk sebagai vokalis sekaligus pencipta lagu di Neva.
Seiring perubahan yang lebih baik, masuklah dua orang lagi yaitu Ican dan Yodi.Mereka memilih nama Neva Band dengan genre pop, dan single perdana berjudul ‘Kutunggu Dirimu,’ ciptaan Yayang Ariswan.
Yayang Ariswan sendiri selama ini sudah beberapa kali menciptakan lagu buat Ryan D’Masiv. Dimana, rata-rata hasil karya Yayang beberapa kali pernah dijadikan soundtrack sinetron dan FTV. ‘Kutunggu Dirimu’ berkisah seorang cowok yang suka sama ceweknya, dan terbelenggu oleh sebuah penantian cinta. Sebab, si cewek ternyata masih menjalin cinta dengan lelaki lain. Sehingga, Yayang sebagai tokoh di dalam syair lagu ini, merasa menderita berkepanjangan.
Neva sendiri berasal dari bahasa Korea yang berarti cahaya bulan. Nama ini diharapkan bisa menerangi hati siapapun yang setiap kali mendengarkan lagu- lagu Neva. “Nama Neva diharapkan bisa menerangi kegelapan hati siapa pun di dunia ini,” ungkap Yayang, yang sekarang ini masih menyelesaikan skripsi padakuliahnya.
Para personel Neva bertemu dan bergabung dari berbagai festival musik.Sehingga mereka mendapat ide untuk menyatukan diri dan membangun komitmen bermusik dengan memakai nama Neva. Video klip perdana tersebut dibintangi seorang model bernama Hana Samantha, dengan konsep adegan simbolik, beauty shoot, dan story tellingnya lebih bersifat simbolik, tanpa unsur dramatik dan akting, alias pose-pose Neva saja. www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa
10. The Rich - Janji Sehidup Semati
Rich Band adalah pendatang baru di belantika musik Indonesia pada awal tahun 2010. Band ini digawangi oleh 5 personil, yaitu Erzie (vokal), Tara (gitar), Aththur (bass), Anggi (gitar) dan Candra (drum). Rich band sendiri berdiri pada tahun 2009.
Meski belum lama berdiri, namun masing-masing personilnya sudah memiliki pengalaman bermusik yang cukup. Single mereka yang berjudul Janji Sehidup Semati dirilis pada Mei 2010.
Rich Band sendiri mengaku bahwa aliran yang mereka bawakan adalah apa yang mereka sebut hard love, yaitu musik-musik bertemakan cinta yang tidak cengeng dan tidak melow, namun lebih bernuansakan rock.
T
6. Lup - Terikat Cinta
Tahun 2011 ini menjadi momen yang teramat penting bagi LUP band. Selain memutuskan untuk bergabung dengan label NAGSWARA, di tahun ini juga LUP bersiap untuk merilis album terbaru mereka yang berjudul “Yang Terbaik”. Pengerjaan album ini melibatkan sejumlah nama besar di industri musik seperti Noey “Java Jive” dan Erros “Sheil on 7”. Sebagai single jagoan, band asal Makassar, Sulawesi Selatan ini memperkenalkan single “Karena Cinta” karya Idhiel FR, basis band itu. Pergesaran musik mereka yang semula bergenre Modern Rock, jelas terlihat di single ini yang kental dengan warana Pop Progresive.
“Kita senang akhirnya bisa menyelesaikan album perdana ini. Mudah-mudahan langkah awal dengan memperkenalkan single ‘Karena Cinta’ dapat diterima dengan baik oleh pecinta musik Tanah Air,” ucap Rengga, vokalis LUP.
Masih menyentuh tema paling dominan dari sebuah lagu yakni persoalan cinta, single “Karena Cinta” berkisah tentang keteguhan hati seorang lelaki yang tidak berharap untuk bersatu kembali dengan kekasihnya. Cintanya yang tulus kepada sang gadis telah mati karena ia pernah diabaikan. Lewat karakter vokal Rengga yang khas, single ini mengalir dalam tempo cepat, dan sangat mungkin dengan cepat dapat menarik perhatian pendengar.
Terbentuk dari ajang pencarian bakat “Dreamband” tahun 2006, LUP bukan lagi band baru dengan musik apa adanya. Nama LUP sendiri yang berarti “kaca pembesar”, dimana mata para personil band ini dapat terbuka dalam melihat berbagai hal, seperti rasa cinta yang bisa jadi inspirasi buat berkarya, perjalanan yang akan ditempuh dan cita-cita yang siap untuk diwujudkan. Di kota asal mereka, Makassar, nama band ini dikenal baik.
Tahun 2009, dengan dukungan formasi dan manajemen baru, LUP memutuskan hijrah ke Jakarta. Single band ini yang berjudul “Jatuh Cinta” pernah menjadi soundtrack film “London Virginia” di tahun 2010. Saat ini, LUP diawaki oleh Rengga (vokal), Dudy (gitar), Idhiel (bass), dan keyboard diisi oleh auditional player. Sementara, manajemen LUP dipegang oleh Matahati Manejemen pimpinan eMPi.
“Kita berterimakasih kepada semua pihak yang sudah mensuport LUP. Kita selalu berharap dan bekerja keras untuk menghasilkan karya-karya terbaik,” harap Rengga. www.nagaswaramusic.com /TIM PR NMC
7. Mario - Penggantimu
Cinta adalah hal pasti. Cinta sama artinya dengan saling berbagi rasa antara 2 hati. Sulit jadinya jika cinta hanya sepihak, apalagi tanpa kepastian. Karena terlalu lama menanti kepastian cinta dari sang kekasih, Mario memilih menghentikan niatnya untuk terus mencinta. Itulah inti kisah dari single “Hentikan Niatku” yang dilantunkan solois Mario. Lewat single ini, Mario menghadirkan sebuah konsep bermusik yang tidak banyak disentuh penyanyi solo Indonesia lainnya. Setidaknya, di single “Hentikan Niatku”, penikmat musik masih diberi ruang yang luas untuk menikmati suara merdu seorang penyanyi.
“Saya memang sengaja hanya menghadirkan solo piano dalam lagu ini agar dapat mengeksplorasi vokal,” ujar Mario memberi alasan.
Meski baru memastikan bakat nyanyi solonya lewat single “Hentikan Niatku”, Mario bukan nama baru di industri musik Tanah Air. Sebelum memutuskan terjun menyanyi, Mario lebih dulu dikenal sebagai seorang komposer muda berbakat. Dua di antara karyanya adalah “Terimakasih Cinta” dan “Cinta Dua Hati”, yang populer oleh panyanyi Afghan Syahreza. Di sepanjang tahun 2005 hingga 2008, Mario juga sempat terjun sebagai backing vocal band Elemant.
Single ini sendiri merupakan buah karya Ade, gitaris band Govinda (dulu bernama Domino) yang dihadiahkan kepada Mario. Secara pribadi, Ade memang menciptakan lagu ini dan menantang Mario untuk membawakanya. Merasa sudah cukup lama berada di belakang layar, penyanyi yang bernama lengkap Mario Ricardo Tobing itu pun menerima tantangan tersebut.
“Saya banyak mendapat dukungan dari sahabat-sahabat saya untuk menyanyi. Salah satunya dari Ade yang khusus menciptakan lagu ini buat saya. Semoga kehadiran saya tidak mengecewakan mereka,” ungkap Mario.
Sebagai pencipta sejumlah hits seperti “Tentang Rasa” (Astrid), “Setengah Mati Kumerindu” (Judika), dan “Siapa yang Pantas” (Domino), Ade “Govinda” mengungkapkan kekagumannya kepada Mario. Menurutnya, Mario memiliki kelengkapan bakat sebagai musisi.
“Mario memiliki karakter vokal yang kuat. Dinyanyikan Mario, lagu ini menjadi sangat menyentuh dan easy listening,” kata Ade.
Sementara, penggarapan video klip Mario dipercayakan kepada sutradara Upie Guava. Konsep video klipnya diarahkan kepada sisi sentimental antara benda mati dan makhluk hidup yang diperankan oleh boneka dan anjing. Lewat video klip ini, Mario hendak menawarkan sebuah kesegaran baru, termasuk kehadirannya di blantika musik Tanah Air.
8. Nea - Ingin Dicintai
Band pendatang baru di tanah air seperti jamur di musim hujan. Di antara masing-masing band tersebut ada yang berjalan lambat, namun ada juga yang melesat dengan cepat seperti ateroid. Inilah alasan kenapa personel band anak muda asal Karawang, Jawa Barat ini memberikan nama NEA. Nama tersebut merupakan singkatan dari Nearth yang berarti dekat, Earth artinya bumi dan Asteroid adalah meteor.
"Kami mengagumi kecepatan dan kedahsyatan asteroid. Maka kami mengadopsi nama tersebut dan berharap NEA Band akan melesat seperti asteroid," kata Louise Budiono, manajer NEA.
Sebelum bernama NEA, tahun 2009 namanya Baginda. Kenapa berganti NEA, lantaran ada perubahan, penambahan personil, penambahan materi lagu-lagu baru dan juga adanya kemiripan nama band lain.
Secara resmi NEA dibentuk pada 2010 di Pantai Samudra Baru, Karawang. Saat itu NEA diundang untuk mengisi acara di salah satu radio swasta. "Alhamdulillah respon masyarakat cukup bagus," imbuhnya.
Personil NEA ada 6 anak muda yakni, Bintang (vokal), Champenk (lead gitar), Hinggar (gitar), Gunawan (bass), Yuki (drum) dan Budi (keyboard). Mereka memiliki tempat atau basecamp di Karawang. Dalam waktu dekat mereka akan merilis single hits perdananya berjudul Ingin Dicintai. Lagu tersebut dibalut sentuhan pop Melayu yang rapi dengan variasi gitar yang dominan dan lirik yang sangat mudah dihafal, ringan serta sangat komunikatif. Tentu dengan sentuhan yang tak biasa itu NEA memiliki nilai lebih di dengan band-band yang lainnya. "Musiknya bisa bersaing, melodi lagunya simpel, lirik cinta yang nggak ribet," terangnya.
Kenapa masih menyuguhkan musik bergenre pop Melayu, padahal saat ini banyak bermunculan musik pop rock alternatif, dan boyband, NEA beranggapan musik Pop Melayu sampai kapan pun tidak akan mati. "Pop Melayu akan panjang, tak akan hilang. Jujur saja ini (pop Melayu) gantiin musik dangdut yang naik kelas. Sekarang ini konsumen dangdut carinya musik Pop Melayu," katanya
9. Neva - Kutunggu Dirimu
Satu lagi band yang berani memasuki blantika musik Indonesia yaitu Neva Band. Band bernama Neva ini digawangi oleh Yayang Ariswan (vokalis), Jojo (bass), Rey (gitar), Bahdi (keyboard), Yodi (drum) dan Ican (gitar). Neva sendiri terbentuk pada 14 Mei 2010. Sebelum terbentuk Neva, band ini memiliki nama Kisah Band.
Seperti baru-baru ini, Yayang Ariswan dan personel Neva lainnya telah melaksanakan syuting video klip single perdana yang berjudul ‘Kutunggu Dirimu’. Sekilas terdengar cukup simple. Namun, makna sesungguhnya ternyatamengandung chemistry. Selain bermakna cinta, single ini memang benar-benar ujian bagi mereka, karena menanti pelaksaan syuting video klip yang cukup lama.
Sayangnya Kisah band kini tinggal sejarah. Padahal, dulunya Kisah band memiliki vokalis yang cukup cantik. Tapi karena satu hal, mereka pun bubar. Kemudian Kisah Band yang memiliki vokal seorang cewek berubah menjadi Neva. Yayang sendiri yang dulunya sebagai gitaris, kini didapuk sebagai vokalis sekaligus pencipta lagu di Neva.
Seiring perubahan yang lebih baik, masuklah dua orang lagi yaitu Ican dan Yodi.Mereka memilih nama Neva Band dengan genre pop, dan single perdana berjudul ‘Kutunggu Dirimu,’ ciptaan Yayang Ariswan.
Yayang Ariswan sendiri selama ini sudah beberapa kali menciptakan lagu buat Ryan D’Masiv. Dimana, rata-rata hasil karya Yayang beberapa kali pernah dijadikan soundtrack sinetron dan FTV. ‘Kutunggu Dirimu’ berkisah seorang cowok yang suka sama ceweknya, dan terbelenggu oleh sebuah penantian cinta. Sebab, si cewek ternyata masih menjalin cinta dengan lelaki lain. Sehingga, Yayang sebagai tokoh di dalam syair lagu ini, merasa menderita berkepanjangan.
Neva sendiri berasal dari bahasa Korea yang berarti cahaya bulan. Nama ini diharapkan bisa menerangi hati siapapun yang setiap kali mendengarkan lagu- lagu Neva. “Nama Neva diharapkan bisa menerangi kegelapan hati siapa pun di dunia ini,” ungkap Yayang, yang sekarang ini masih menyelesaikan skripsi padakuliahnya.
Para personel Neva bertemu dan bergabung dari berbagai festival musik.Sehingga mereka mendapat ide untuk menyatukan diri dan membangun komitmen bermusik dengan memakai nama Neva. Video klip perdana tersebut dibintangi seorang model bernama Hana Samantha, dengan konsep adegan simbolik, beauty shoot, dan story tellingnya lebih bersifat simbolik, tanpa unsur dramatik dan akting, alias pose-pose Neva saja. www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa
10. The Rich - Janji Sehidup Semati
Rich Band adalah pendatang baru di belantika musik Indonesia pada awal tahun 2010. Band ini digawangi oleh 5 personil, yaitu Erzie (vokal), Tara (gitar), Aththur (bass), Anggi (gitar) dan Candra (drum). Rich band sendiri berdiri pada tahun 2009.
Meski belum lama berdiri, namun masing-masing personilnya sudah memiliki pengalaman bermusik yang cukup. Single mereka yang berjudul Janji Sehidup Semati dirilis pada Mei 2010.
Rich Band sendiri mengaku bahwa aliran yang mereka bawakan adalah apa yang mereka sebut hard love, yaitu musik-musik bertemakan cinta yang tidak cengeng dan tidak melow, namun lebih bernuansakan rock.
T
Minggu Pertama Part One...
1. Asbak Band - Bila
Demi menggapai hasil yang lebih baik, Asbak Band membentuk formasi baru. Diantara personelnya ada beberapa wajah baru yang lebih segar dan lebih bersemangat. Mereka adalah Reka (new vokalis), Hendra(Gitar), Dany (Drum), Kupis (bass) dan Capoeng sendiri (Lead Gitar).
Sebagai band yang pernah mengeluarkan album sebelumnya, Asbak Band memang tidak terlalu sulit untuk bisa eksis di belantika musik Indonesia. Band yang bentuk pada 13 Januari 2008 ini sebelumnya diawaki oleh Arthur (vokal), Jazzy (bass) Capoeng (gitar), Rully (gitar).
Menurut Capoeng, otak sekaligus sesepuh dari Asbak itu, mereka yang keluar dari Asbak Band karena mendapati perbedaan fisi dan misi ke depan. Ada beberapa point alasan yang membuat Capoeng memutuskan untuk mencari vokalis baru yang lebih baik untuk melangkah ke depan.
“Selama ini kami berempat, menanam bibit yang baik di NAGASWARA, ketika kami mendapat tawaran dari label lain dengan iming-iming yang menggiurkan, saya sebagai personel lama di sini tidak begitu saja menerimanya, karena kami saat ini tinggal memetik jerih payah yang selama ini telah ditanam,” terang Capoeng.
Walau Arthur, Jazzy dan Rully cabut dari Asbak, namun mereka tetap berteman. Karena kalau mereka sama-sama sukses, pertemanan tetap ada dalam kebahagiaan. “Aku bilang, ya kalau kalian cabut dan sukses duluan, jangan lupa sama kita-kita,” ungkap pencipta lagu asal Surabaya itu.www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa
2. De_Zoull - Bukan Takdir Kita
Heboh Briptu Norman Kamaru membuat rekan-rekannya di jajaran kepolisian juga ingin ikut beken dengan unjuk kebolehan bermusik. Salah satunya seorang anggota kepolisian dari Polres Kendari, Sulawesi Tenggara. Namanya Briptu Cesar.
Berbeda dengan Briptu Norman Kamaru yang hanya piawai menyanyikan lagu India, Briptu Cesar punya kelebihan lain. Bersama teman-temannya, dia membentuk grup band bernama D Zoull.
"Musikalitas yang ditunjukkan Briptu Cesar dan teman-temannya di D Zoull mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat Kendari, jauh lebih baguslah daripada Briptu Norman," kata produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna kepada tabloidbintang.com di Jakarta, Rabu (13/4).
Bersama D Zoull, nama Briptu Cesar sudah sangat populer di Kendari. Malahan, single yang dinyanyikannya berjudul Bukan Takdir Kita sudah mendapat tempat di hati pencinta musik se-Sulawesi lantaran mampu bertengger di posisi puncak radio-radio anak muda hingga berminggu-minggu.
"Ini membuktikan kalau lagu-lagu yang dinyanyikan Briptu Cesar jauh lebih populer dibanding lagu lypsync Briptu Norman," jelas Rahayu.
Dia mengatakan, berkat Briptu Norman dan Briptu Cesar, citra kepolisian terlihat makin baik di mata masyarakat. Tidak hanya mampu menindak pelaku kejahatan, tetapi polisi juga bisa menghibur masyarakat lewat kreasi seni yang membuat jutaan pasang mata terpukau.
3. Grande - Salahkah Aku
Satu lagi band pendatang baru asal Yogyakarta. Band bernama Grande ini merupakan sebuah band renkarnasi dari band bernama Fresh Melon. Seiring waktu nama band dan pemainpun mengalami pergantian melalui tahap seleksi, tentunya keputusan yang diambil bukanlah keputusan individu, melainkan keputusan yang melibatkan seluruh personel.
Adanya reformasi dirasakan semakin membentuk tim semakin dewasa, terutama komitmen untuk mengembangkan bakat di jalur musik yang sangatlah dijunjung tinggi, dengan prioritas utama menjadi intertainer sejati. Dengan format Fery Santoso(Vocalist),Hamdany Fitriansyah (Guitarist),Ulil Azmi (Guitarist),Roy Jatimulyo (Drummer) komposisi yang ditawarkan Grande ialah jujur dalam hati dengan genre pop, sentuhan lirik-lirik yang romantik dan dimainkan dengan penuh cinta dan ketulusan.
Kisah bergabungnya sang vokali memang sedikit unik. Pasalnya, Fery yang berasal dari Kalimantan Tengah ini harus melalui perjalanan panjang untuk bisa bergabung di band yang satu ini. Bahkan untuk diterima sebagai personil band Grande ini, Fery harus mengikuti dua kali audisi.
“Aku mengetahui ada audisi untuk Grande waktu itu namanya masih Fresh Melon dari informasi teman di Facebook. Kemudian aku nekat datang dari Kalimantan Tengah ke Yogyakarta dan berhenti bekerja untuk ikut audisi itu,”ucap Fery Santoso(Vocalist).
Pengalaman panjang di dunia musik indie mematangkan konsep keseluruhan Grande dalam meracik formula karya mereka di industri musik. Sebuah konsep band yang menawarkan lagu komersil dengan berpegang pada jalur musik pop. Kemudian lewat Romy personil Saffe Band menawarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Salahkah Aku” untuk dibawakan Grande. Lewat Romy juga, Grande masuk bisa ke NAGASWARA. Begitu juga dengan nama Grande, pemberian nama tersebut langsung diberikan bapak Rahayu Kertawiguna untuk band asal Yogyakarta yang semula bernama Fresh Melon ini.
4. Hello - Di Antara Bintang
Begitu maunya anak-anak band yang merasa mewakili kota Gudeg, Jogjakarta. Menyanyi tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tapi untuk berbagi. Berbagi cerita, berbagi ceria, berbagi kasih, berbagi cinta, berbagi kisah manis, juga berbagi kisah yang dramatik.
HELLO, secara personil sudah melalui proses yang panjang dan berliku. Sebelum tergabung dalam HELLO, mereka adalah bagaikan tulang-tulang yang berserakan dari satu grup band ke grup lainnya. Termasuk sang vokalis, yang rajin mengikuti ajang ferstival menyanyi, mulai dari tingkat RT, sampai yang dianggap paling bergengsi yaitu mengikuti ajang pencarian bakat disalah satu stasiun televisi nasional dan WIDI adalah juara di ajang yang fenomenal itu.
Atas prakarsa….maka tulang-tulang yang bertebaran itu pun di kumpulkan. Di sebuah kota yang bernama Jogjakarta. Nama HELLO resmi diabadikan sebagai nama grup pada tanggal19 bulan Desember tahun 2007.
Alasan memberi nama HELLO, karena kalimat itu terasa begitu familiar, sederhana, gampang diingat dan ditulis. HELLO juga berarti sapaan yang akrab dan hangat. Diharapkan kehadiran HELLO langsung bisa memberikan keakraban dan kehangatan di rimba raya musik Indonesia. Untuk itu, HELLO pun tidak sungkan-sungkan memakai motto: MENYANYI UNTUK BERBAGI.
Begitu nama didapat, langsung membuat demo dan akhirnya bertemu dengan management Positive Art dan langsung merilis album dibawah Nagaswara.
Kini kelimanya, WIDI (vokalis), GAVET (Keybordist), GANI (Gitaris), PRIMA (Bassis), dan DEDY (drummer). Kelimanya menyapa dengan single hit pertama ”Ular Berbisa”, yang isinya menyindir seseorang yang kerap menyakiti hati kekasihnya dengan bersembunyi dibalik rayuan dan sgala sesuatu yang dia punya. Kalo mau lagu yang riang juga ada ada judulnya ”Pejuang Cinta”. Lagu yang full cinta dengan segala keindahannya pun ada, coba dengar dan nikmati lagu: Biarkan Berlalu. Penasaran dengan kehebatan vocal WIDI, coba dengar lagu ”Takkan Terganti”. Atau telinga kita ingin menikmati dominasi musik dari grup ini, simak di lagu ”Nuansa Kota”.
HELLO…sudah berucap “hello” pada penggemarnya dan HELLO menunggu sambutan yang meriah dari hati yang sedang di sapanya.
Karena HELLO bernyanyi untuk berbagi…
5. inna kamarie - i love you boy
Mantan personel Dewi Dewi (kini Mahadewi), Inna Kamarie, kini meluncurkan lagu dengan musik yang berbeda, berjudul I Love You Boy.
Semula ibu satu anak ini berada di jalur musik jazz yang masih ngepop, bisa terlihat jelas pada album perdanya berjudul self title yang berisi 10 lagu, diantaranya; Rindu-Rindu Cintaku, Kamu Memang Seksi, Jauh atau Dekat, dan Aku Ingin Kamu.
Inna ingin ada tampilan yang segar, penuh gebrakan dan soal penampilan pun didandani konsep yang beda. Dia memilih gaya yang futuristic, modern dan freak.
“Dalam setiap karya atau penampilan, aku enggak ingin monoton. Harus ada yang selalu baru. Aku selalu tertantang untuk melakukannya,” kata Inna, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Single perdana yang akan menuju album kedua, dibuat karakter musik yang mampu menyihir kaki anda menari-nari, masih berbalut pop dan ada juga aransemen rock moderen.
Istri musisi Beben Jazz, ini terinspirasi dari ikon pop kaliber dunia macam Lady Gaga, Madonna, musik techno ala Prodigy.
"Kalau mau mengikutin pasar itu, mau bikin kaya lagunya Lady Gaga gampang banget, pakai mesin lalu tambah istrumen. Kalu jazz chord-nya ngejelimet. Tapi gue mau bikin lagu seperti gue suka, kalau ada yang ambil yang kita jalan bareng-bareng," imbuhnya.
Demi menggapai hasil yang lebih baik, Asbak Band membentuk formasi baru. Diantara personelnya ada beberapa wajah baru yang lebih segar dan lebih bersemangat. Mereka adalah Reka (new vokalis), Hendra(Gitar), Dany (Drum), Kupis (bass) dan Capoeng sendiri (Lead Gitar).
Sebagai band yang pernah mengeluarkan album sebelumnya, Asbak Band memang tidak terlalu sulit untuk bisa eksis di belantika musik Indonesia. Band yang bentuk pada 13 Januari 2008 ini sebelumnya diawaki oleh Arthur (vokal), Jazzy (bass) Capoeng (gitar), Rully (gitar).
Menurut Capoeng, otak sekaligus sesepuh dari Asbak itu, mereka yang keluar dari Asbak Band karena mendapati perbedaan fisi dan misi ke depan. Ada beberapa point alasan yang membuat Capoeng memutuskan untuk mencari vokalis baru yang lebih baik untuk melangkah ke depan.
“Selama ini kami berempat, menanam bibit yang baik di NAGASWARA, ketika kami mendapat tawaran dari label lain dengan iming-iming yang menggiurkan, saya sebagai personel lama di sini tidak begitu saja menerimanya, karena kami saat ini tinggal memetik jerih payah yang selama ini telah ditanam,” terang Capoeng.
Walau Arthur, Jazzy dan Rully cabut dari Asbak, namun mereka tetap berteman. Karena kalau mereka sama-sama sukses, pertemanan tetap ada dalam kebahagiaan. “Aku bilang, ya kalau kalian cabut dan sukses duluan, jangan lupa sama kita-kita,” ungkap pencipta lagu asal Surabaya itu.www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa
2. De_Zoull - Bukan Takdir Kita
Heboh Briptu Norman Kamaru membuat rekan-rekannya di jajaran kepolisian juga ingin ikut beken dengan unjuk kebolehan bermusik. Salah satunya seorang anggota kepolisian dari Polres Kendari, Sulawesi Tenggara. Namanya Briptu Cesar.
Berbeda dengan Briptu Norman Kamaru yang hanya piawai menyanyikan lagu India, Briptu Cesar punya kelebihan lain. Bersama teman-temannya, dia membentuk grup band bernama D Zoull.
"Musikalitas yang ditunjukkan Briptu Cesar dan teman-temannya di D Zoull mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat Kendari, jauh lebih baguslah daripada Briptu Norman," kata produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna kepada tabloidbintang.com di Jakarta, Rabu (13/4).
Bersama D Zoull, nama Briptu Cesar sudah sangat populer di Kendari. Malahan, single yang dinyanyikannya berjudul Bukan Takdir Kita sudah mendapat tempat di hati pencinta musik se-Sulawesi lantaran mampu bertengger di posisi puncak radio-radio anak muda hingga berminggu-minggu.
"Ini membuktikan kalau lagu-lagu yang dinyanyikan Briptu Cesar jauh lebih populer dibanding lagu lypsync Briptu Norman," jelas Rahayu.
Dia mengatakan, berkat Briptu Norman dan Briptu Cesar, citra kepolisian terlihat makin baik di mata masyarakat. Tidak hanya mampu menindak pelaku kejahatan, tetapi polisi juga bisa menghibur masyarakat lewat kreasi seni yang membuat jutaan pasang mata terpukau.
3. Grande - Salahkah Aku
Satu lagi band pendatang baru asal Yogyakarta. Band bernama Grande ini merupakan sebuah band renkarnasi dari band bernama Fresh Melon. Seiring waktu nama band dan pemainpun mengalami pergantian melalui tahap seleksi, tentunya keputusan yang diambil bukanlah keputusan individu, melainkan keputusan yang melibatkan seluruh personel.
Adanya reformasi dirasakan semakin membentuk tim semakin dewasa, terutama komitmen untuk mengembangkan bakat di jalur musik yang sangatlah dijunjung tinggi, dengan prioritas utama menjadi intertainer sejati. Dengan format Fery Santoso(Vocalist),Hamdany Fitriansyah (Guitarist),Ulil Azmi (Guitarist),Roy Jatimulyo (Drummer) komposisi yang ditawarkan Grande ialah jujur dalam hati dengan genre pop, sentuhan lirik-lirik yang romantik dan dimainkan dengan penuh cinta dan ketulusan.
Kisah bergabungnya sang vokali memang sedikit unik. Pasalnya, Fery yang berasal dari Kalimantan Tengah ini harus melalui perjalanan panjang untuk bisa bergabung di band yang satu ini. Bahkan untuk diterima sebagai personil band Grande ini, Fery harus mengikuti dua kali audisi.
“Aku mengetahui ada audisi untuk Grande waktu itu namanya masih Fresh Melon dari informasi teman di Facebook. Kemudian aku nekat datang dari Kalimantan Tengah ke Yogyakarta dan berhenti bekerja untuk ikut audisi itu,”ucap Fery Santoso(Vocalist).
Pengalaman panjang di dunia musik indie mematangkan konsep keseluruhan Grande dalam meracik formula karya mereka di industri musik. Sebuah konsep band yang menawarkan lagu komersil dengan berpegang pada jalur musik pop. Kemudian lewat Romy personil Saffe Band menawarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Salahkah Aku” untuk dibawakan Grande. Lewat Romy juga, Grande masuk bisa ke NAGASWARA. Begitu juga dengan nama Grande, pemberian nama tersebut langsung diberikan bapak Rahayu Kertawiguna untuk band asal Yogyakarta yang semula bernama Fresh Melon ini.
4. Hello - Di Antara Bintang
Begitu maunya anak-anak band yang merasa mewakili kota Gudeg, Jogjakarta. Menyanyi tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tapi untuk berbagi. Berbagi cerita, berbagi ceria, berbagi kasih, berbagi cinta, berbagi kisah manis, juga berbagi kisah yang dramatik.
HELLO, secara personil sudah melalui proses yang panjang dan berliku. Sebelum tergabung dalam HELLO, mereka adalah bagaikan tulang-tulang yang berserakan dari satu grup band ke grup lainnya. Termasuk sang vokalis, yang rajin mengikuti ajang ferstival menyanyi, mulai dari tingkat RT, sampai yang dianggap paling bergengsi yaitu mengikuti ajang pencarian bakat disalah satu stasiun televisi nasional dan WIDI adalah juara di ajang yang fenomenal itu.
Atas prakarsa….maka tulang-tulang yang bertebaran itu pun di kumpulkan. Di sebuah kota yang bernama Jogjakarta. Nama HELLO resmi diabadikan sebagai nama grup pada tanggal19 bulan Desember tahun 2007.
Alasan memberi nama HELLO, karena kalimat itu terasa begitu familiar, sederhana, gampang diingat dan ditulis. HELLO juga berarti sapaan yang akrab dan hangat. Diharapkan kehadiran HELLO langsung bisa memberikan keakraban dan kehangatan di rimba raya musik Indonesia. Untuk itu, HELLO pun tidak sungkan-sungkan memakai motto: MENYANYI UNTUK BERBAGI.
Begitu nama didapat, langsung membuat demo dan akhirnya bertemu dengan management Positive Art dan langsung merilis album dibawah Nagaswara.
Kini kelimanya, WIDI (vokalis), GAVET (Keybordist), GANI (Gitaris), PRIMA (Bassis), dan DEDY (drummer). Kelimanya menyapa dengan single hit pertama ”Ular Berbisa”, yang isinya menyindir seseorang yang kerap menyakiti hati kekasihnya dengan bersembunyi dibalik rayuan dan sgala sesuatu yang dia punya. Kalo mau lagu yang riang juga ada ada judulnya ”Pejuang Cinta”. Lagu yang full cinta dengan segala keindahannya pun ada, coba dengar dan nikmati lagu: Biarkan Berlalu. Penasaran dengan kehebatan vocal WIDI, coba dengar lagu ”Takkan Terganti”. Atau telinga kita ingin menikmati dominasi musik dari grup ini, simak di lagu ”Nuansa Kota”.
HELLO…sudah berucap “hello” pada penggemarnya dan HELLO menunggu sambutan yang meriah dari hati yang sedang di sapanya.
Karena HELLO bernyanyi untuk berbagi…
5. inna kamarie - i love you boy
Mantan personel Dewi Dewi (kini Mahadewi), Inna Kamarie, kini meluncurkan lagu dengan musik yang berbeda, berjudul I Love You Boy.
Semula ibu satu anak ini berada di jalur musik jazz yang masih ngepop, bisa terlihat jelas pada album perdanya berjudul self title yang berisi 10 lagu, diantaranya; Rindu-Rindu Cintaku, Kamu Memang Seksi, Jauh atau Dekat, dan Aku Ingin Kamu.
Inna ingin ada tampilan yang segar, penuh gebrakan dan soal penampilan pun didandani konsep yang beda. Dia memilih gaya yang futuristic, modern dan freak.
“Dalam setiap karya atau penampilan, aku enggak ingin monoton. Harus ada yang selalu baru. Aku selalu tertantang untuk melakukannya,” kata Inna, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Single perdana yang akan menuju album kedua, dibuat karakter musik yang mampu menyihir kaki anda menari-nari, masih berbalut pop dan ada juga aransemen rock moderen.
Istri musisi Beben Jazz, ini terinspirasi dari ikon pop kaliber dunia macam Lady Gaga, Madonna, musik techno ala Prodigy.
"Kalau mau mengikutin pasar itu, mau bikin kaya lagunya Lady Gaga gampang banget, pakai mesin lalu tambah istrumen. Kalu jazz chord-nya ngejelimet. Tapi gue mau bikin lagu seperti gue suka, kalau ada yang ambil yang kita jalan bareng-bareng," imbuhnya.
NEW TOP TEN
Ini adalah sebuah blog yang memuat informasi-informasi musik terkini, yang langsung saya update setiap minggunya. Resmi dari Radio Purbowangi Gombong.Dan insya Allah akan disiarkan setiap minggunya. plus puterin lagu--lagu terbaru.
perkenalkan saya Ardy ANanta, atau broklyn nerd, yang bakal sharing info tentang profil grup musik/solois/boy band atau girls band yang baru muncul dipermukaan blantika musik tanah air atau juga musisi-musisi lama yang baru meluncurkan singgle terbaru....
terimkasih atas perhatiannya.
perkenalkan saya Ardy ANanta, atau broklyn nerd, yang bakal sharing info tentang profil grup musik/solois/boy band atau girls band yang baru muncul dipermukaan blantika musik tanah air atau juga musisi-musisi lama yang baru meluncurkan singgle terbaru....
terimkasih atas perhatiannya.
Langganan:
Postingan (Atom)






