Kamis, 08 September 2011

Minggu Pertama Part One...

1. Asbak Band - Bila
Demi menggapai hasil yang lebih baik, Asbak Band membentuk formasi baru. Diantara personelnya ada beberapa wajah baru yang lebih segar dan lebih bersemangat. Mereka adalah Reka (new vokalis), Hendra(Gitar), Dany (Drum), Kupis (bass) dan Capoeng sendiri (Lead Gitar).
Sebagai band yang pernah mengeluarkan album sebelumnya, Asbak Band memang tidak terlalu sulit untuk bisa eksis di belantika musik Indonesia. Band yang bentuk pada 13 Januari 2008 ini sebelumnya diawaki oleh Arthur (vokal), Jazzy (bass) Capoeng (gitar), Rully (gitar).
Menurut Capoeng, otak sekaligus sesepuh dari Asbak itu, mereka yang keluar dari Asbak Band karena mendapati perbedaan fisi dan misi ke depan. Ada beberapa point alasan yang membuat Capoeng memutuskan untuk mencari vokalis baru yang lebih baik untuk melangkah ke depan.
“Selama ini kami berempat, menanam bibit yang baik di NAGASWARA, ketika kami mendapat tawaran dari label lain dengan iming-iming yang menggiurkan, saya sebagai personel lama di sini tidak begitu saja menerimanya, karena kami saat ini tinggal memetik jerih payah yang selama ini telah ditanam,” terang Capoeng.
Walau Arthur, Jazzy dan Rully cabut dari Asbak, namun mereka tetap berteman. Karena kalau mereka sama-sama sukses, pertemanan tetap ada dalam kebahagiaan. “Aku bilang, ya kalau kalian cabut dan sukses duluan, jangan lupa sama kita-kita,” ungkap pencipta lagu asal Surabaya itu.www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa


2. De_Zoull - Bukan Takdir Kita
Heboh Briptu Norman Kamaru membuat rekan-rekannya di jajaran kepolisian juga ingin ikut beken dengan unjuk kebolehan bermusik. Salah satunya seorang anggota kepolisian dari Polres Kendari, Sulawesi Tenggara. Namanya Briptu Cesar.

Berbeda dengan Briptu Norman Kamaru yang hanya piawai menyanyikan lagu India, Briptu Cesar punya kelebihan lain. Bersama teman-temannya, dia membentuk grup band bernama D Zoull.

"Musikalitas yang ditunjukkan Briptu Cesar dan teman-temannya di D Zoull mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat Kendari, jauh lebih baguslah daripada Briptu Norman," kata produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna kepada tabloidbintang.com di Jakarta, Rabu (13/4).

Bersama D Zoull, nama Briptu Cesar sudah sangat populer di Kendari. Malahan, single yang dinyanyikannya berjudul Bukan Takdir Kita sudah mendapat tempat di hati pencinta musik se-Sulawesi lantaran mampu bertengger di posisi puncak radio-radio anak muda hingga berminggu-minggu.

"Ini membuktikan kalau lagu-lagu yang dinyanyikan Briptu Cesar jauh lebih populer dibanding lagu lypsync Briptu Norman," jelas Rahayu.

Dia mengatakan, berkat Briptu Norman dan Briptu Cesar, citra kepolisian terlihat makin baik di mata masyarakat. Tidak hanya mampu menindak pelaku kejahatan, tetapi polisi juga bisa menghibur masyarakat lewat kreasi seni yang membuat jutaan pasang mata terpukau.


3. Grande - Salahkah Aku
Satu lagi band pendatang baru asal Yogyakarta. Band bernama Grande ini merupakan sebuah band renkarnasi dari band bernama Fresh Melon. Seiring waktu nama band dan pemainpun mengalami pergantian melalui tahap seleksi, tentunya keputusan yang diambil bukanlah keputusan individu, melainkan keputusan yang melibatkan seluruh personel.


Adanya reformasi dirasakan semakin membentuk tim semakin dewasa, terutama komitmen untuk mengembangkan bakat di jalur musik yang sangatlah dijunjung tinggi, dengan prioritas utama menjadi intertainer sejati. Dengan format Fery Santoso(Vocalist),Hamdany Fitriansyah (Guitarist),Ulil Azmi (Guitarist),Roy Jatimulyo (Drummer) komposisi yang ditawarkan Grande ialah jujur dalam hati dengan genre pop, sentuhan lirik-lirik yang romantik dan dimainkan dengan penuh cinta dan ketulusan.

Kisah bergabungnya sang vokali memang sedikit unik. Pasalnya, Fery yang berasal dari Kalimantan Tengah ini harus melalui perjalanan panjang untuk bisa bergabung di band yang satu ini. Bahkan untuk diterima sebagai personil band Grande ini, Fery harus mengikuti dua kali audisi.

“Aku mengetahui ada audisi untuk Grande waktu itu namanya masih Fresh Melon dari informasi teman di Facebook. Kemudian aku nekat datang dari Kalimantan Tengah ke Yogyakarta dan berhenti bekerja untuk ikut audisi itu,”ucap Fery Santoso(Vocalist).

Pengalaman panjang di dunia musik indie mematangkan konsep keseluruhan Grande dalam meracik formula karya mereka di industri musik. Sebuah konsep band yang menawarkan lagu komersil dengan berpegang pada jalur musik pop. Kemudian lewat Romy personil Saffe Band menawarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Salahkah Aku” untuk dibawakan Grande. Lewat Romy juga, Grande masuk bisa ke NAGASWARA. Begitu juga dengan nama Grande, pemberian nama tersebut langsung diberikan bapak Rahayu Kertawiguna untuk band asal Yogyakarta yang semula bernama Fresh Melon ini.


4. Hello - Di Antara Bintang
Begitu maunya anak-anak band yang merasa mewakili kota Gudeg, Jogjakarta. Menyanyi tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tapi untuk berbagi. Berbagi cerita, berbagi ceria, berbagi kasih, berbagi cinta, berbagi kisah manis, juga berbagi kisah yang dramatik.

HELLO, secara personil sudah melalui proses yang panjang dan berliku. Sebelum tergabung dalam HELLO, mereka adalah bagaikan tulang-tulang yang berserakan dari satu grup band ke grup lainnya. Termasuk sang vokalis, yang rajin mengikuti ajang ferstival menyanyi, mulai dari tingkat RT, sampai yang dianggap paling bergengsi yaitu mengikuti ajang pencarian bakat disalah satu stasiun televisi nasional dan WIDI adalah juara di ajang yang fenomenal itu.

Atas prakarsa….maka tulang-tulang yang bertebaran itu pun di kumpulkan. Di sebuah kota yang bernama Jogjakarta. Nama HELLO resmi diabadikan sebagai nama grup pada tanggal19 bulan Desember tahun 2007.

Alasan memberi nama HELLO, karena kalimat itu terasa begitu familiar, sederhana, gampang diingat dan ditulis. HELLO juga berarti sapaan yang akrab dan hangat. Diharapkan kehadiran HELLO langsung bisa memberikan keakraban dan kehangatan di rimba raya musik Indonesia. Untuk itu, HELLO pun tidak sungkan-sungkan memakai motto: MENYANYI UNTUK BERBAGI.
Begitu nama didapat, langsung membuat demo dan akhirnya bertemu dengan management Positive Art dan langsung merilis album dibawah Nagaswara.

Kini kelimanya, WIDI (vokalis), GAVET (Keybordist), GANI (Gitaris), PRIMA (Bassis), dan DEDY (drummer). Kelimanya menyapa dengan single hit pertama ”Ular Berbisa”, yang isinya menyindir seseorang yang kerap menyakiti hati kekasihnya dengan bersembunyi dibalik rayuan dan sgala sesuatu yang dia punya. Kalo mau lagu yang riang juga ada ada judulnya ”Pejuang Cinta”. Lagu yang full cinta dengan segala keindahannya pun ada, coba dengar dan nikmati lagu: Biarkan Berlalu. Penasaran dengan kehebatan vocal WIDI, coba dengar lagu ”Takkan Terganti”. Atau telinga kita ingin menikmati dominasi musik dari grup ini, simak di lagu ”Nuansa Kota”.

HELLO…sudah berucap “hello” pada penggemarnya dan HELLO menunggu sambutan yang meriah dari hati yang sedang di sapanya.

Karena HELLO bernyanyi untuk berbagi…

5. inna kamarie - i love you boy
Mantan personel Dewi Dewi (kini Mahadewi), Inna Kamarie, kini meluncurkan lagu dengan musik yang berbeda, berjudul I Love You Boy.

Semula ibu satu anak ini berada di jalur musik jazz yang masih ngepop, bisa terlihat jelas pada album perdanya berjudul self title yang berisi 10 lagu, diantaranya; Rindu-Rindu Cintaku, Kamu Memang Seksi, Jauh atau Dekat, dan Aku Ingin Kamu.

Inna ingin ada tampilan yang segar, penuh gebrakan dan soal penampilan pun didandani konsep yang beda. Dia memilih gaya yang futuristic, modern dan freak.

“Dalam setiap karya atau penampilan, aku enggak ingin monoton. Harus ada yang selalu baru. Aku selalu tertantang untuk melakukannya,” kata Inna, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Single perdana yang akan menuju album kedua, dibuat karakter musik yang mampu menyihir kaki anda menari-nari, masih berbalut pop dan ada juga aransemen rock moderen.

Istri musisi Beben Jazz, ini terinspirasi dari ikon pop kaliber dunia macam Lady Gaga, Madonna, musik techno ala Prodigy.

"Kalau mau mengikutin pasar itu, mau bikin kaya lagunya Lady Gaga gampang banget, pakai mesin lalu tambah istrumen. Kalu jazz chord-nya ngejelimet. Tapi gue mau bikin lagu seperti gue suka, kalau ada yang ambil yang kita jalan bareng-bareng," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar